Bangun tidur ‘ku terus? Makan apa mandi nih? Yang mana aja duluan boleh kok, sobatGO. Tapi kali ini kita mau bahas soal makan di pagi hari alias sarapan. Buat kamu-kamu yang masih sering ngelewatin sarapan entah apapun alasannya, dibaca baik-baik ya.

Sarapan itu sehat banget lho, sobatGO. Why? Karena sarapan adalah waktu makan terpenting yang dapat membantu metabolisme tubuh kamu. Bisa-bisa metabolisme dan jam biologis kamu terganggu lho kalau terus-terusan ngelewatin sarapan. Sarapan yang rutin dilakuin bisa memberikan asupan nutrisi yang cukup buat tubuh, kalau sarapan kamu juga sehat dan tinggi serat. Jangan malah makan paket panas McD pagi-pagi *ups minGO jadi kesindir*.


Sumber: https://mcdonalds.co.id/menu/panas-1

Nah buat kamu yang masih sekolah, sarapan sangat sangat sangat sangat penting. Dari sarapan, otak kamu mendapatkan nutrisi berupa glukosa dan glikogen supaya bisa bekerja sepanjang hari. That’s why minGO selalu bilang, “Logika gak akan jalan tanpa logistik.” Kalau kamu gak sarapan, percaya deh pasti susah banget buat konsentrasi seharian di sekolah, bawaannya ngelamun, cengo, sama gak mau mikir. Ya iya lah orang badan kamu gak dikasih nutrisi yang cukup.

Nyinggung soal sarapan, gimana ya sarapan di belahan bumi lain? Berhubung kita Indonesian, gak makan nasi artinya gak makan. Jadi gak aneh kalau yang jualan makanan pagi-pagi di sekitar rumah pasti nasi kuning, nasi uduk, bubur ayam, kupat tahu, dan sejenisnya. Sehat gak sih? Sehat asal gak cuma nasi dan gak kebanyakan ya, sobatGO.


Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kupat_tahu

 

Itu kalau di Indonesia, kalau di negara lain gimana? MinGO kasih lihat ya, siapa tahu kamu mau coba juga sarapan kaya gini. Hehehehe

1.    Malaysia

Namanya tetanggaan, ya gak beda jauh menunya. Meet nasi lemak, mirip-mirip nasi uduk gitu sih. Sama gak ya rasanya? MinGO belum pernah coba, kalau kamu?

 

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Nasi_lemak

 

2.   Swedia

Tipikal orang “bule” sarapannya sandwich dong. Meet smörgås, sandwich tradisionalnya Swedish. Kaya sandwich pada umumnya sih, tapi roti yang dipakai cuma satu slice aja, tapi kok lebih kaya malkist ya rotinya? Hmmm…